BANDAR LAMPUNG – Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Yusnadi, menegaskan bahwa perbaikan jembatan gantung di Kabupaten Tanggamus yang telah memakan korban harus segera mendapatkan penanganan intensif dan serius.


Menanggapi video viral di media sosial yang memperlihatkan sebuah bus angkutan terjun ke Sungai Way Tebu, Kabupaten Tanggamus, pada 9 Februari 2026. Anggota Fraksi PKS tersebut turut menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tragis yang menelan korban. 


Menurutnya, kejadian itu harus menjadi perhatian bersama agar tidak kembali memakan korban, sekaligus memastikan jembatan gantung dapat kembali menghubungkan antarwilayah desa.


“Kami turut prihatin dan menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi. Peristiwa ini harus menjadi perhatian khusus dan dijadikan pembelajaran. Jembatan-jembatan penghubung masyarakat harus diprioritaskan untuk segera diperbaiki,” ujar Yusnadi, saat dikonfirmasi Selasa (10/02/2026).


Yusnadi menegaskan, insiden tersebut harus menjadi perhatian serius  pemerintah Provinsi. Menurutnya, jembatan gantung bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan urat nadi aktivitas masyarakat desa, mulai dari akses pendidikan, distribusi hasil pertanian, hingga pelayanan kesehatan.


Yusnadi juga mendorong adanya pendataan ulang dan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jembatan gantung yang tersebar di sejumlah kabupaten di Provinsi Lampung. Langkah ini dinilai penting untuk mengetahui tingkat kelayakan konstruksi serta menentukan skala prioritas perbaikan.


“Titik jembatan gantung di Lampung ini cukup banyak dan perlu menjadi bahan evaluasi. Saya berharap jembatan gantung di Tanggamus dan Lampung Tengah segera diperbaiki agar lalu lintas antar desa tetap berjalan. Intinya, dua titik ini harus segera ditangani karena kita tidak ingin terjadi musibah lain,” tambahnya.


Selain itu, Yusnadi juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di jembatan yang mengalami kerusakan sembari menunggu proses perbaikan. Ia menekankan, pemerintah harus hadir memberikan rasa aman melalui pembangunan infrastruktur yang layak dan memenuhi standar keselamatan.


Dengan adanya kejadian ini, DPRD Provinsi Lampung berharap ke depan tidak ada lagi insiden serupa, serta memastikan akses penghubung antarwilayah tetap aman dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan.