Agenda penting ini dipimpin Badan Pembentukan Peraturan
Daerah (Bapemperda) DPRD Lampung di gedung parlemen, Selasa (19/8/2025)
Juru Bicara Bapemperda, Hanifal, mengungkapkan DPRD telah
menyetujui 30 target Propemperda, meski dirinya mengakui capaian realistis
kemungkinan hanya 10 Perda.
“Targetnya memang 30 Raperda, tapi realistisnya hanya 10
yang bisa benar-benar tuntas,” ujarnya.
Hanifal menerangkan, sepanjang 2025 ada 6 Raperda inisiatif
DPRD serta 2 prakarsa Pemprov Lampung yang sudah masuk meja dewan. Ditambah
lagi ada 2 luncuran dari DPRD dan 4 dari Pemprov, sehingga total terdapat 14
Raperda yang masih mangkrak tahun ini.
“Semua itu akan kita carry over ke 2026. Nanti, setelah
pembahasan, jumlah target 30 akan berkurang sesuai progres,” jelasnya.
Beberapa Raperda strategis yang diusulkan Pemprov Lampung
antara lain perubahan bentuk Bank Lampung, perubahan badan usaha Wahana
Raharja, hingga pencabutan Perda tentang program wajib belajar 12 tahun.
Sementara itu, DPRD sendiri mengusulkan sejumlah Raperda
prioritas, seperti Satu Data Lampung, peningkatan mutu pendidikan, dan
pertanian berkelanjutan.
Menariknya, dalam rapat ini juga muncul isu hangat usulan
Perda LGBT. Hanifal mengaku DPRD sudah menerima naskah akademiknya dan kini
masih menunggu pembahasan di tingkat pimpinan.
“Soal LGBT ini baru pertama kali masuk, jadi belum pernah
disampaikan sebelumnya. Saat ini masih dalam proses pembahasan,” tandasnya.