Keluhan warga tersebut terungkap saat
Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Golkar, Elsan Tomi, menggelar agenda
reses atau serap aspirasi masyarakat di Kecamatan Terbanggi Besar, Sabtu
(26/7). Dalam pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah tokoh dan perwakilan
masyarakat setempat itu, warga menyuarakan keresahan mereka atas pencemaran
lingkungan yang diduga berasal dari aktivitas pabrik.Salah satu warga, Ahmad
Fauzi, yang tinggal di RT 1 RW 3 Dusun 1, menyampaikan bahwa sejak perusahaan
tersebut mulai beroperasi, kualitas lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka
menurun drastis. Air sumur menjadi asam dan tidak layak dikonsumsi. Selain itu,
debu dari aktivitas industri semakin mengganggu, belum lagi suara bising dari
mesin yang kadang terdengar hingga malam hari.
Ia menyebut kondisi ini telah
berlangsung selama tujuh tahun terakhir tanpa adanya tindakan yang nyata dari
perusahaan. Warga merasa seolah-olah dibiarkan menghadapi dampak lingkungan
seorang diri, tanpa perlindungan maupun perhatian dari pihak perusahaan maupun
pemerintah.Keluhan warga tak berhenti sampai di situ. Selain dampak lingkungan,
mereka juga menyoroti minimnya kontribusi sosial dari PT AKG terhadap
masyarakat sekitar. Ironisnya, menurut warga, tak satu pun penduduk lokal yang
direkrut sebagai tenaga kerja di perusahaan tersebut. Padahal, kehadiran
industri di tengah masyarakat seharusnya memberikan dampak ekonomi positif
melalui pembukaan lapangan kerja. Menanggapi berbagai keluhan tersebut,
Elsan Tomi menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan warga dan mengawal
permasalahan ini agar ditindak secara serius. Ia berkomitmen untuk mendorong
akuntabilitas perusahaan dan akan berkoordinasi dengan dinas terkait, mulai
dari lingkungan hidup hingga ketenagakerjaan.
Elsan menyatakan bahwa tidak bisa
dibiarkan jika sebuah perusahaan besar yang beroperasi di tengah masyarakat
hanya mengambil keuntungan tanpa memperhatikan keseimbangan sosial dan
lingkungan. Ia menekankan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan bukan hanya
formalitas, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat
sekitar.
Ia juga mendesak perlunya transparansi
dari pihak perusahaan mengenai program tanggung jawab sosial atau CSR yang
hingga kini belum pernah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Terbanggi
Besar.
Elsan menegaskan akan membawa aspirasi
ini ke forum resmi DPRD Provinsi Lampung. Ia berkomitmen untuk tidak membiarkan
suara masyarakat hanya berhenti di forum reses. Menurutnya, pengawasan terhadap
industri harus diperkuat agar tidak menimbulkan korban di kalangan masyarakat
yang tinggal di sekitar kawasan industri.
Warga pun berharap pemerintah daerah
tidak lagi menutup mata terhadap persoalan yang sudah terjadi bertahun-tahun.
Mereka meminta keadilan lingkungan dan sosial ditegakkan, serta perusahaan
benar-benar hadir sebagai bagian dari pembangunan, bukan sekadar entitas bisnis
yang mengabaikan sekitar.