“Pengaruh HP sangat besar dalam membentuk pola pikir generasi muda. Kita
sudah mulai melihat dampaknya secara nyata, di mana anak-anak lebih mengikuti
tren dan gaya hidup luar negeri, sementara etika dan moral perlahan terkikis.
Bahkan, tak jarang mereka mulai mengabaikan perintah orang tua,” ujar Hanifah
saat kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan
di Pondok Pesantren Ibnu Muhtaram, Desa Tanjung Kerta, Kecamatan Way Khilau,
Kabupaten Pesawaran, Sabtu (05/07/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Hanifah yang juga menjabat sebagai Ketua
Muslimat NU Kabupaten Pesawaran mengajak para orang tua untuk lebih bijak dalam
memberikan akses penggunaan HP kepada anak-anak. Ia menekankan pentingnya peran
keluarga dalam membentengi anak dari pengaruh negatif yang bertentangan dengan
nilai-nilai Pancasila.
“Orang tua harus aktif memantau dan tidak memanjakan anak-anak dengan
kebebasan penuh terhadap gadget. Kita harus menjaga generasi penerus bangsa
agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila,” ujarnya.
Hanifah juga meminta agar peserta sosialisasi dapat menyimak materi dari
narasumber secara seksama. “Ilmu yang disampaikan narasumber hendaknya tidak
hanya didengar, tapi juga diimplementasikan di rumah, terutama dalam membina
karakter anak-anak,” imbuhnya.
Sementara itu, narasumber sosialisasi, Nawawi, menekankan bahwa Pancasila
bukan sekadar dasar negara, melainkan juga ideologi yang menjadi pedoman hidup
berbangsa dan bernegara.
“Ideologi adalah keyakinan kita dalam menjalani kehidupan bernegara.
Pancasila adalah alat pemersatu bangsa yang mampu menjembatani perbedaan ras,
agama, budaya, dan suku. Tanpa Pancasila, tatanan sosial masyarakat bisa
kehilangan arah dan batasan,” jelas Nawawi.
Ia menambahkan, implementasi nilai-nilai Pancasila harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta harmoni dalam keberagaman yang ada di Indonesia.