Kenaikan ini mendapat sorotan serius dari Ketua Komisi II
DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Basuki. Ia menyebut telah menerima banyak keluhan
masyarakat terkait lonjakan harga tersebut.
“Kami menerima banyak aduan dari masyarakat soal kenaikan
harga MinyaKita. Ini tentu memberatkan, apalagi menjelang hari besar seperti
Idul Adha,” kata Basuki saat diwawancarai, Senin (2/6/2025).
Merespons situasi ini, Komisi II langsung menjalin
komunikasi dengan Bulog Lampung untuk menelusuri penyebab kelangkaan dan
kenaikan harga. Dari penelusuran tersebut, diperoleh informasi bahwa distribusi
pasokan dari pemerintah pusat mengalami hambatan.
“Bulog menyampaikan bahwa keterlambatan distribusi dari
pusat menjadi penyebab utama kelangkaan dan naiknya harga di pasar,” jelas
Basuki seperti dilansir lampung way.
Tak berhenti di situ, pihak DPRD juga telah berkoordinasi
dengan pemerintah pusat. Mereka menyebut faktor melemahnya ekspor turut
memengaruhi distribusi dan harga MinyaKita di dalam negeri.
Atas kondisi tersebut, Basuki mendesak Dinas Perindustrian
dan Perdagangan (Disperindag) serta Bulog Lampung untuk segera mengambil langkah
konkret.
“Negara harus hadir di tengah kesulitan rakyat. Disperindag
dan Bulog harus intensif berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan
ketersediaan stok dan stabilitas harga di pasaran,” tegasnya.