Melalui kegiatan sosialisasi Pancasila, Ketua Muslimat NU
Kabupaten Pesawaran tersebut melanjutkan. Warga Desa Banjaran Kecamatan Way
Ratai Pesawaran mampu kembali memulai budaya bangsa, dengan menagamalkan
nilai-nilai Pancasila dalam keseharian.
“Jelas dan nyata, bahwa terkikisnya nilai-nilai Pancasila,
disebabkan terkontaminasi oleh zaman dalam hal ini HP. Tapi, penggunaan HP yg
tidak tepat sasaran,” kata Hanifah.
Pengaruh HP, kata Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Lampung
itu mengungkapkan. Sangat jelas, nyata, dan berbahaya. Misalkan, kebiasaan saat
ini anak-anak nangis, kaum ibu pasti memberikan HP, kemudian ketika duduk
bersama dalam rumah. Jelas dan nyata masing-masing main HP, tidak ada
komunikasi dan berbincang antara anak-orang tua-kakak beradik.
“Tolong dikurangi penggunaan HP, minimal tidak membiasakan
kepada anak, ketika menangis untuk di beri Hp. Pengaruh HP, sangat berbahaya.
Pesan saya, bagaimana menjadi warga dan dilingkungan masing-masing. Bukan hanya
sebagai individu tetapi bagaimana terhadap lingkungan sekitar,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Nawawi (narasumber) sosialisasi PIP-WK
mengatakan pancasila adalah ideologi. Dan Ideologi, adalah keyakinan kita dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan yang terpenting adalah Pancasila adalah
alat pemersatu anak bangsa, yang tidak membedakan ras, agama, suku, dan budaya.
“Kalau kita tidak berideologi Pancasila, maka semua tatanan
kehidupan tidak ada batasan yang mengikat. Pancasila bukan hanya dasar negara.
Tetapi, Pancasila juga mengatur tata hidup kita dilingkungan sekitar. Karena
kita hidup berdampingan dengan sejumlah agama, ras, budaya dan suku,” tegasnya.