Temuan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, salah
satunya datang dari anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa. Ia
mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan nyata, karena
menurutnya keberadaan toilet bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi
menyangkut kesehatan dan martabat peserta didik.
“Toilet yang bagus itu untuk kesehatan dari anak-anak kita.
Tidak bisa dianggap sepele,” ujar Andika saat diwawancarai, Senin (16/6/2025).
Andika menekankan bahwa toilet harus menjadi ruang yang
bersih dan layak, bukan sumber penyakit atau ketidaknyamanan. Ia menyayangkan
masih adanya anggapan bahwa toilet adalah tempat kotor yang tak perlu mendapat
perhatian khusus.
“Toilet itu bukan jadi tempat yang jorok, harus rapi. Toilet
itu harus layak digunakan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah provinsi maupun
kabupaten/kota untuk mengalokasikan anggaran secara khusus guna membangun dan
merenovasi fasilitas toilet di sekolah-sekolah. Ia juga mengingatkan agar
pelaksanaan pembangunan toilet mengacu pada standar teknis yang ditetapkan
kementerian terkait.
“Perbaikannya itu harus sesuai dengan speknya. Jangan sampai
dibangun asal-asalan, nanti rusak lagi dalam waktu dekat,” tambah Andika.
Dengan jumlah sekolah tanpa toilet yang hampir mencapai 500,
politisi Gerindra ini menilai jika masalah ini tak bisa lagi ditunda. Ia
menyerukan agar pemerintah berhenti bersikap permisif terhadap kondisi yang
merugikan hak dasar anak untuk belajar dalam lingkungan yang sehat dan
manusiawi.