Acara strategis ini dihadiri oleh para peserta yang
merupakan anggota Ikatan Kelompok Wanita Tani (IKWT) dari seluruh Kabupaten
Lampung Tengah, yang mencakup 28 kecamatan. Hadir pula jajaran dari Dinas
Pertanian, tokoh masyarakat, dan perangkat kelurahan setempat.
Dalam sambutannya, Ni Ketut Dewi Nadi menekankan bahwa
keluarga adalah fondasi utama dalam pembentukan karakter bangsa.
“Pancasila bukan sekadar slogan. Ia harus hidup dalam
keseharian kita. Dan itu dimulai dari keluarga. Perempuan, khususnya ibu-ibu
sebagai pilar keluarga, memegang peran kunci dalam menanamkan nilai-nilai luhur
bangsa,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat yang hadir untuk terus
mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ini menghadirkan dua narasumber penting yakni Wakil
Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, dan Ni Made Winarti. Keduanya
memberikan perspektif mendalam tentang relevansi Pancasila dalam dinamika
kehidupan modern.
Wakil Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri dalam paparannya
menyoroti tantangan ideologis di era digital. “Banyak informasi yang
berseliweran di media sosial tidak sejalan dengan semangat Pancasila. Oleh
karena itu, keluarga harus menjadi benteng pertama yang membekali anak-anak
dengan nilai kebangsaan, toleransi, dan gotong royong,” tegasnya.
Sementara itu, Ni Made Winarti lebih menitikberatkan pada
peran perempuan tani sebagai agen perubahan sosial.
“Kelompok wanita tani bukan hanya penggerak pertanian,
tetapi juga pemelihara budaya dan nilai-nilai luhur. Ibu-ibu di desa adalah
penjaga moralitas bangsa,” katanya dengan penuh semangat.
Sementara, Dinas Pertanian menyampaikan dukungannya atas
kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat kapasitas kelompok tani tidak hanya
di bidang teknis, tetapi juga dalam pembentukan karakter kebangsaan.